TRUE SELF DALAM RELATIONSHIP
- Ayu Tresna

- Feb 14, 2021
- 2 min read
Updated: Sep 7, 2021
Sebenarnya, jujur… paling gak Percaya diri nulis mengenai relationship. Gimana mau nulis, pasangan aja gak punya.
Tapi demi content, eh demi intention dari dasar hati yang paling dalam kali ini dengan semangat tahun baru, try new things dengan segala kerendahan hati dan niat yang luhur untuk berbagi, semoga banyak wanita wanita muda yang membaca dapat mengambil hikmah dari curahan hati saya kali ini.
Pertama tama saya ucapkan terima kasih buat para mantan terindah yang telah memberi pengalaman berharga mengenai relationship dan membentuk saya menjadi wanita yang kuat dan lebih bijaksana.
Jadi, saya menulis di sini di landasi karena di masa lalu saya banyak melakukan banyak keputusan yang menyebakan lesson saya mengenai relationship menjadi berwarna warni.
Kalau di tanya kenapa sih masih sendiri?
Jawaban yang saat ini terlintas, karena saya merasa enough sendiri dalam arti saya nyaman menjadi diri sendiri yang belum punya pasangan.
Kalau di perdalam lagi pertanyaan nya, emang gak mau punya pasangan lagi?
Oh, mau banget.
Bahkan sempat aktif di beberapa online dating dan berujung menjadi teman.
Intinya, saya berusaha membuka hati dan pergaulan (bahkan ikut coaching Attractive Mr. Right dan mendapatkan banyak teman dengan misi dan visi yang sama).
Namun demikian saya tidak merasa kurang karena saya yakin bahwa pasangan yang tepat akan datang pada waktu yang tepat.
Sementara ini saya terus memperbaiki diri, karena you attract what you are, not what you want.
Dalam perjalanan kisah cinta, saya merasa bahwa dalam membina hubungan saya selalu tidak bisa menjadi diri sendiri dan selalu ingin menjadi orang lain yang saya pikir pasangan saya inginkan. Misalnya saya berpikir bahwa pasangan saya menginginkan saya rapi, cantik, gak ngomel dan gak sibuk kerja. Sehingga di depan dia saya selalu berusaha menjadi wanita yang seperti itu.
Lama lama tentu tidak bisa seperti itu terus karena saya sangat santai, senang mengemukakan pendapat dan pekerjaan pada saat itu sangat sibuk. Sehingga saat membina hubungan saya tidak menjadi diri sendiri, maka saya belajar bahwa suatu hubungan yang terpenting adalah connection, dimana kita nyaman mengekspresikan diri kita tanpa takut di Judge.
Dalam suatu hubungan yang terpenting adalah bisa menjadi Vulnerable Bersama pasangan kita dimana kita berdua sama sama memahami apa yang fear, worries and our deepest secret. Apabila kita nyaman membuka diri apa adanya makan hubungan tersebut pasti akan nyaman, apabila tidak coba di refleksikan apa sih yang menjadi permasalahan kita tidak bisa menjadi diri sendiri pada pasangan kita.
Mayoritas alasan kita tidak dapat menjadi diri sendiri adalah takut di Judge.
Well, your words are reflection of you, if he/she is judge you its just his reflection of himself/herself.
Menyenangkan pasangan adalah salah satu kunci kebahagiaan dalam hubungan, namun jangan sampai kita kehilangan jati diri kita, self-expressions, our true self. Kebahagian kita pun tidak ditentukan oleh seberapa besar perhatian yang ditentukan oleh pasangan kita. Apabila kita nyaman menjadi diri sendiri, maka tidak hanya kita merasa tenang dan happy, Namun orang orang sekitar kita pun merasakan kebahagian yang sama. Sehingga semakin kita nyaman menjadi diri sendiri maka kita pun akan menjadi pasangan yang lebih baik buat pasangan kita.
Love is getting bigger by sharing.
Hubungan yang baik, akan tercipta, apabila kita memulai hubungan yang baik dengan diri sendiri
Love yourself first, the rest will follow
Self-love is not selfish, it is just mandatory
Thursday, 14 of January 2021
With heart full of love
Ayu Tresna Ekadew




Comments