CREATING SPACE FOR LOVE
- Ayu Tresna

- Sep 3, 2022
- 3 min read
Updated: Dec 30, 2022
CREATING SPACE FOR LOVE
Keinginan untuk memiliki pasangan bagi yang single, sangat besar dan sangat manusiawi. Sebagai single membayangkan suatu saat kita akan bertemu dengan pasangan yang sesuai, my perfect match adalah sesuatu yang ditunggu tunggu. Berbagai teknik manifestasi dan visualisasi telah dijalankan dan sepertinya, malah berbagai mr right now yang mendekat dan mr right belum kelihatan batang hidungnya.
Perjalanan saya menemukan mr right telah membawa saya menemukan jawaban jawaban atas relationship yang sebenarnya. Tentunya, tidak usah diragukan lagi relationship yang terbaik adalah relationship dengan diri sendiri. Begitu kita mencintai diri kita sendiri, anything else don’t matter anymore, begitu kita mencintai diri sendiri apa adanya dengan semua kekurangan, kelebihan dan masa lalu kita, orang lain hanya menjadi options yang menyenangkan dan bukan keharusan. Dengan kita mencintai diri sendiri tentunya kita tidak akan membiarkan diri kita Bersama dengan seseorang yang dapat membuat kita tidak nyaman, kompromi dalam relationship adalah keharusan, namun menjadi orang lain bila bersama pasangan adalah hal yang tidak akan kita lakukan bila kita sudah mencintai dan menerima diri kita apa adanya.
Creating Space for love, adalah salah satu sesi meditasi untuk pemula yang sekaligus merupakan seri ke 3 dari The Unconditional (self) love, memfokuskan pada “melepaskan attachment” dari masa lalu. Membina hubungan yang baru akan sangat tidak nyaman apabila kita belum sepenuhnya melepaskan kekawatiran (bahwa hubungan ini akan sama dengan yang lalu), sakit hati (tidak mau mencintai sepenuh hati, takut disakiti) dan rendah diri (tidak percaya diri karena self-blame akan kegagalan pada hubungan yang lalu). Marilah sama sama melihat “baggage” apa dimasa lalu yang masih kita bawa ke saat ini, pada sesi ini kita akan sama sama melepaskan semua yang kita rasakan memberatkan, dan melepaskannya secara sadar satu persatu. Dengan secara tulus melepaskan dan memahami semua yang terjadi adalah yang terbaik yang harusnya terjadi dan semua yang terjadi di masa lalu adalah asset untuk kita menjadi versi terbaik kita.
I need to tell you this, you are NOT special, hahahaha (sorry, I guess everyone IS SPECIAL in their own way). Saya maksudkan di sini, semua manusia lahir ke dunia ini untuk mempelajari suatu pelajaran hidup. I mean, we choose to be in this lifetime to learn our lesson, kalau kita mangkir, cuek, atau memberikan berbagai excuses maka lesson tersebut akan selalu hadir, dalam bentuk yang berbeda. So, pick your battle. Deal or Fear? Cobalah untuk menyadari bahwa dalam kehidupan ini arah dan masa depan kita ditentukan oleh diri kita bukan oleh orang lain, apalagi menaruh kebahagiaan dan masa depan ditangan pasangan kita. Pasangan kita dan diri kita bertanggung jawab atas kebahagiaan masing masing sehingga kita bisa berbagi kebahagiaan. Pasangan yang baik akan memahami ketakutan kita dan mendukung kita untuk merealisasikan cita cita. Kita sebagai pasangan pun dengan tulus selalu belajar menerima keunikan dari pasangan kita dan bersedia dengan tulus membuka diri, terutama hati kita sehingga dapan terkoneksi dengan lebih dalam.
Memanifestasikan suatu hubungan yang kita dambakan, tidak dapat kita raih tanpa melepaskan semua yang memberatkan kita di masa lalu. Masa lalu dimaksudkan untuk kita mengambil semua hikmah dan menjadikan pelajaran tersebut sebagai asset untuk menjadi lebih bijaksana, this time we start from experiences. Berdamai dan mengambil hikmah dari masa lalu adalah salah satu kekuatan kita, percaya dan yakin bahwa masa depan akan lebih baik tidak kalah penting nya. Buat saya bermeditasi setiap hari dan mengubah rutinitas menjadi lebih baik adalah langkah pertama dan terpenting yang saya ambil.
It’s not “the Mr. Right” that is going to change your life.
It’s you, if you want something big enough, you need to do beyond everyday life & focus on your growth, even it seems hard & silly at the beginning.
Are You Ready?
Ayu Tresna Ekadewi,
With love and light, spreading kindness & joy all around.
Jakarta 3 sept 2022





Comments